Teknik Mesin UMY Peduli UKM

Agustus 28, 2017 oleh : superadmin

Jumlah wirausahawan di Indonesia masih sangat sedikit dibanding dengan negara maju. Menurut Humas Kementerian Koperasi dan UKM bahwa pengusaha Indonesia tahun 2017 sebesar 7,8 juta orang atau 3,1% dari jumlah penduduk. Berbeda dengan Singapura dan Jepang yang sudah mencapai 7% dan 11%. Menurut Novi Caroko, hal ini karena masih rendahnya jiwa kewirausahaan dan kurangnya keterampilan dalam manajemen usaha, strategi pemasaran dan pengembangan produk sehingga usaha tidak berkembang dan tidak menelurkan generasi wirausahawan.

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta selaku institusi pendidikan tinggi terpanggil untuk turut serta mendorong berkembangnya wirausahawan yang tergabung dalam UKM melalui hibah program IbM (Iptek bagi Masyarakat) yang didanai DRPM Ditjen Penguatan Risbang, RISTEKDIKTI dengan menawarkan solusi dari beberapa permasalahan wirausahawan dari UKM Angsa Aluminium dan UKM Maju Mulyo yang berlokasi di Desa Kembang Kuning, Cepogo, Boyolali.

Selama ini, perajin alumunium kelompok Angsa Aluminium hanya memanfaatkan peralatan tradisional untuk membuat wajan dan panci sehingga proses produksinya memakan banyak waktu dan tenaga. Dengan proses yang sederhana maka hasil panci dan wajan kasar dan produk yang dihasilkan perhari rendah. Hasil kerajinan aluminium yang dihasilkan oleh kelompok Angsa Aluminium kemudian dipasarkan oleh kelompok Maju Mulyo dengan sistem tradisional pula, hanya ditawarkan di pasar tradisional dan perseorangan. Akibatnya proses produksi yang rendah dan pemasaran yang tidak berkembang siklus perputaran uang juga rendah.

Solusi yang ditawarkan antara lain; pertama, dengan program pelatihan-pelatihan kewirausahaan dan strategi pemasaran, pelatihan marketing online, dan pelatihan pembukuan dan analisis rugi-laba. Sehingga dengan pelatihan tersebut dapat meningkatkan semangat kewirausahaan, pengembangan usaha yang terukur dan membuka jaringan pemasaran baru secara global. Kedua, dengan pengadaan peralatan bantu, yaitu komputer berserta jaringan internet guna membangun jaringan pemasaran online dan memiliki toko online. Ketiga, karena proses manufaktur yang masih sederhana dan manual yang akibatnya produk dihasilkan perhari rendah, maka akan dihibahkan mesin roll spinning sebagai alat pembuat wajan dan panci dengan proses moving roll yang dapat membentuk panci dan wajan sesuai bentuk cetakannya berikut dengan training pengunaan alatnya. Kegiatan ini keketuai oleh Novi Caroko, ST, M.Eng dengan anggota Wahyudi, ST, MT dan Thoharudin, ST, MT.