Sebanyak 180 mahasiswa baru Angkatan 2019 Program Studi (Prodi) Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengikuti pelatihan pemadam kebakaran (Damkar) pada Sabtu (7/9) di utara Gedung G6. Pelatihan Damkar diberikan langsung oleh trainer (3 orang) dari Depot Safety Kota Yogyakarta. Hal ini dilakukan untuk mengenalkan basic fire fighting kepada seluruh mahasiswa baru.

Pelatihan Damkar ini menjadi agenda rutin Prodi Teknik Mesin setiap Tahun Ajaran baru. Prodi Teknik Mesin menjadi satu-satunya Prodi di UMY yang mengadakan pelatihan Damkar untuk mahasiswa baru, staf laboran, dan security (perwakilan) universitas. Pelatihan ini penting mengingat mahasiswa akan bersinggungan langsung dengan peralatan laboratorium, jika terjadi kebakaran, mahasiswa harus mampu menanganinya.

Pelatihan yang berlangsung 1,5 jam ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah sesi teori. Dalam sesi ini dijelaskan mengenai penyebab kebakaran, jenis alat pemadam api ringan (karung goni basah dan Apar), dan penanganan kebocoran gas (contoh: gas elpiji).  Jenis alat pemadam api yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Dry Powder yang biasa disebut Apar Powder, yang mana alat tersebut tersedia di Laboratorium Teknik Mesin. Apar Powder dipilih karena aman digunakan di laboratorium karena tidak membahayakan dokumen dan alat-alat laboratorium. Trainer juga mengungkapkan Apar Powder ini merupakan alat pemadam kebakaran modern yang paling umum digunakan.

Sesi kedua adalah sesi praktik. Media yang digunakan sebagai sumber api adalah solar dan kayu bakar. Sedangkan untuk alat pemadamnya menggunakan karung goni yang sudah dibasahi dan Apar Powder. Pada sesi ini, antusias dari mahasiswa sangat tinggi. Mahasiswa terlibat langsung dalam proses pemadaman api. Empat mahasiswa turun langsung untuk memadamkan api di dalam tong dan tumpukan kayu bakar menggunakan karung goni basah dan Apar Powder.

Di akhir kegiatan, trainer mengingatkan kepada seluruh peserta pelatihan Damkar. “Hal yang perlu dilakukan saat terjadi kebakaran, jangan panik. Kemudian lihat titik apinya. Jika titik api masih kecil, carilah Apar atau kain basah untuk memadamkan. Jika titik api sudah besar, segeralah telepon pemadam kebakaran.” Ujar salah satu trainer.