Mahasiswa UMY Raih Medali Emas di Ajang Internasional

Desember 16, 2019 oleh : superadmin

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali meraih medali emas di kompetisi tingkat Internasional Advance Innovation Global Competition (AIGC) pada 15-17 November 2019 di Nanyang Technology University, Singapura. AIGC diselenggarakan oleh American Society os Sciences and Arts Convergence (ASSAC) yang juga bekerja sama dengan Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INOPA).

Tergabung dalam tim SI-TEPAT (Watering Punctually) Utilizing Automation Irrigation System dengan beranggotakan 3 orang yaitu Maki Lukmanul Hakim Agroteknologi (2016), Tri Andi Nugroho Teknik Mesin (2016) dan Irsalina Fathimah Komunikasi Penyiaran Islam (2017) membuat sebuah teknologi inovasi yang mempunyai fungsi untuk mengurangi beban kerja para petani di lahan pasir pantai yaitu menggunakan irigasi tetes yang dikombinasikan dengan digital cymer water.

“Untuk tim SI-TEPAT berhasil mendapatkan medali emas pada kategori Agriculture karena dari pihak panitia berpendapat bahwa teknologi inovasi yang diciptakan dapat memberikan manfaat yang besar bagi petani di pesisir pantai. Di samping itu teknologi inovasi yang kami ciptakan juga dapat diaplikasikan di dunia nyata,” imbuh Maki. Kategori lomba dalam ajang AIGC adalah Agriculture, livestock and fisheries; Biotechnology and biofuels; Culinary and food; Educational items; Engineering, construction, and infrastructure; Fashion, beauty, and personal care products; ICT, IoT, and Apps; Pharmacy, health, and medicine; Power and electricity; serta Protection of environment and green technology.

Tri mengungkapkan bahwa ia bertanggungjawab dalam pembuatan alat atau teknologinya, sedangkan Maki bertanggungjawab dalam hal konsep irigasi tetes dan Irsalina bertugas mengonsep presentasi di hadapan dewan juri. “Jadi, saya mengonsep bagaimana teknologi dari sistem penyiraman otomatis ini, terkait sumber energi, alat, dan sensor. kita mengombinasikan antara digital timer water dan sensor kadar lengas atau kelembaban, sehingga bisa berhenti secara otomatis saat kebutuhan tanaman sudah terpenuhi,” jelas Tri (29/11).

SI-TEPAT menggunakan sumber energi terbarukan yaitu energi angin. Tri menjelaskan terkait dipilihnya lokasi pantai karena daerah tersebut memiliki potensi angin yang cukup besar. Hal tersebut sangat menunjang sistem kerja SI-TEPAT.

Alat ini masih terus dikembangkan. Maki mengatakan bahwa ke depannya akan ada penambahan sistem Internet of Thing (IoT) pada SI-TEPAT agar dapat dipantau melalui handphone. Sementara, Tri berharap agar SI-TEPAT dapat diterapkan di masyarakat pesisir pantai sebagai bentuk pengabdian mahasiswa UMY kepada masyarakat.

Berita terkait: http://www.umy.ac.id/umy-kembali-raih-medali-emas-pada-kompetisi-teknologi-inovasi-di-singapura.html